So-net無料ブログ作成

ONOMATOPEA 擬音語・擬声語 [面白い表現]

Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jepang, kita mengenal kata BUNYI (音おと) dan SUARA (声こえ). Pemakaian kedua kata tersebut jelas berbeda, namun orang Indonesia sering kali salah menerapkan dan campur aduk tak beraturan. Apakah karena orang Indonesia sendiri serba kira-kira saja, sehingga dalam berbahasa pun kira-kira (bukannya pesimis lhoo sbg orang Indonesia--tapi emang bener!! 何でも適当!). Misalnya: bunyi musik dengan suara musik, terdengar suara aneh atau bunyi aneh, bunyi petir atau suara petir. Hingga detik ini, dalam mempelajari bahasa Jepang, saya banyak menemukan dalamnya makna sebuah kata dan terperincinya klasifikasi kata, termasuk bahasa bunyi/onomatopea/mimesis. Mimesis atau onomatopea bahasa Jepang sangat banyak dan beraneka ragam, entah itu berasal dari nama benda itu sendiri, pengulangan kata sifat, kata kerja, dsb. Onomatopea juga lahir dari kualitas/sifat, kuantitas, frekuensi suatu benda/sumber. Sehingga, saking banyaknya, saya terkadang suka dibuat bingung dalam membedakan, menerapkannya ke percakapan sehari-hari. Adapun, onomatopea bahasa Jepang itu unik, bisa ditambahi dengan kata kerja suru. Seperti ふうふうする(meniup makanan yang panas), ぺたんと貼って!(rekat dan tempel!). Menurut kamus GIONGO,GITAIGO terbitan Kadokawashoten, definisi onomatopea diklasifikasikan menjadi 4 bagian:
1. 擬音語 (GIONGO)... bahasa yang meniru/menggambarkan bunyi-bunyi dari luar. Misalnya: かちゃかちゃ (bunyi sendok/alat makan beradu, disket berputar)、ざーざー (bunyi hujan deras)、ちりんちりん (bunyi lonceng angin/風鈴)、ぴたぴた (bunyi ketatnya celana, gesekan langkah--apakah asalnya dari ぴたり?)。Dari ちりんちりん sebenarnya bisa diperluas lagi dengan bunyi ちりりん、りんりん misalnya, bergantung panjang/frekuensi bunyi tersebut.
Dalam bahasa Indonesia, bunyi bel/lonceng/telepon bisa diklasifikasikan menjadi kring, kriiing, kring kriiing, kriing,,kriing,,kriing, kriniiing, dst.
2. 擬声語 (GISEIGO)... bahasa yang meniru suara binatang atau manusia. Misalnya: あーん (mulut yang mangap/menganga mau makan)、うふふ (rasa suka/senang/kegirangan)、おいおい (seruan atau panggilan, paham)、かーかー (suara burung gagak) --tapi kenapa bukan kaak-kaak atau gaak-gaak sesuai namanya gagak. Apakah telinga orang Jepang berbeda kali ya?
3. 擬態語 (GITAIGO)... bahasa yang mengungkapkan bunyi dari sesuatu yang tidak mengeluarkan bunyi. Misalnya: うとうと (kondisi saat terkantuk-kantuk)、じろじろ (mata yang sibuk lihat sana-sini)、ぴょんぴょん (lompat/loncat langkah katak atau kelinci)、ゆっくり (pelan-pelan, perlahan-lahan)。
Contoh: ごゆっくりどうぞ!Silakan selamat beristirahat! もっとゆっくり話してください(bicaralah lebih pelan!)
4. 擬情語 (GIJOUGO)... bahasa yang mengungkapkan kondisi hati manusia. Misalnya: うきうき(perasaan senang)、うっとり (terpesona)、そわそわ (kondisi cemas/tak tenang/lalu lalang)、わくわく (penuh harap/akan datang sesuatu yang menggembirakan/surprise)。

Asal muasal Onomatopea:
とぎれとぎれ=terputus-putus (dari kata kerja 途切れる)
けちけち berasal dari kata kerja けちる(bersikap pelit/irit)
もみもみ=pijit-pijit (揉む→memijit)
もちもち、もちっと=lengket dan memanjang seperti mochi (dari kata benda 餅もち)

Onomatopea dalam nuansa vulgar:
べたべた lengket /cepal suatu benda atau dua sejoli yang kasmaran, natto
べとべと gerah dan lengket (keringat)
にゅるにゅる licin, lenyur (pada sabun, sesuatu yang berlendir)
にょろにょろ jalannya ular (lear leor--Sunda)
すべすべ licin dan halus pada kulit (dari kata 滑る)
びしょびしょ、びしょぬれ 、ずぶぬれ basah kuyup (kehujanan)
びちょびちょ basah dan becek

Sesuatu yang berasal dari bahasa slang ぺろ (舌lidah)/berkaitan dengan mulut :
ぺろっと(menjilat sekali/sekejap, menghabiskan sst seperti es krim dalam sekejap) 、ぺろぺろ (terus-menerus, berkali-kali) ragamnya ぺろり 、べろべろ (berkali-kali dan lebih dahsyat)
ぺろんぺろん (kondisi mabuk berat) 、べろんべろん (kondisi minum/mabuk sampai berbusa) へらへら (senyum sambil cengar-cengir), ぺらぺら (mahir bicara)、べらべら (sangat mahir)

Ciri-ciri dari onomatopea Jepang:
1. Makin keras, besar, atau berat, maka konsonannya berubah.
ぽたぽた→ぼたぼた
2. Ada pengulangan dan variasi selang-seling. 元気溌剌(はつらつ),とっかえひっかえ
3. Pengambilan dari nama benda, kata kerja.  

by: -emhas-

この広告は前回の更新から一定期間経過したブログに表示されています。更新すると自動で解除されます。

×

この広告は1年以上新しい記事の更新がないブログに表示されております。